Yudha dari Hubungan Internasional, 2005, secara tidak resmi mengajak saya untuk maju sebagai calon wakil ketua bem periode selanjutnya yakni pada tahun 2008. Saya kemudian berfikir bahwa memang, secara politik kampus di fisip ui, tidak ada yang segar karena –meminjam istilah effendi ghazali di acara republik mimpi- yang mengkritik pilpres 2009 nanti, aktor-aktor pelakunya masih 4L alias loe lagi-loe lagi, nah kalau dianalogikan demikian, maka benar saja, politik praktis kampus terutama sejak saya kuliah di fisip ui masih didominasi oleh kiprah para kaum 4L itu, yakni cicit atau turunan alias orang yang sebelumnya sudah berkecimpung di senat atau kalangan agamis dari fsi.
Berikut adalah nama-nama mereka beserta dari mana mereka berasal :
Miftah Nursabri (ketua senat 2005-2006), saya kurang tahu persis, namun menurut informasi yang beredar plus naluri berfikir kritis (mpkt banget), beliau gabungan antara cicit+fsi.
Fauzan Zidni (mantan ketua senat fisip ui 2006-2007) dari kalangan cicit yang kampanyenya pake bagi-bagiin koran, lawan politiknya waktu itu Tumpal “Palu – Arit” Sujadi.
Adi + Yustian = Kalangan Agamis FSI + Cicit Senat.
Jadi, kalau disimpulkan masuk kategori 4L khan?
Model Kepemimpinan
Namun terlepas dari semua yang disebutkan diatas, saya ingin bercerita tentang kepemimpinan ala GUSDUR alias GUSuran diunDUR (bahasa teman yang rumahnya di kawasan menteng atas gak jadi digusur lantaran waktu itu sedang gencar-gencarnya gusur-gusuran untuk bikin gedung eh pas gusdur jadi presiden jadi batal ..yah jadilah celetukan gusdur, gusuran diundur. Nah daerahnya itu ya sekitaran gedung yang sekarang sudah jadi yakni apartemen taman rasuna.
Jika dilihat, Gusdur cukup keren. Latar belakangnya unik: orator ulung bukan, militer -abdi dalem bukan, orang pinter bukan, pengusaha bukan, tapi dari kalangan kiayi sarungan yang biasa bergaul dengan kiayi langitan yang sekarang sudah napak di daratan
.
Secara hubungan internasional dia hebat dan mampu bergaul dengan kalangan kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah, yang dibuktikan dengan jalan-jalannya ke luar negeri ke kuba, ke amerika dan lain-lain, tetapi secara kesejahteraan sosial dia dimusuhi karena membubarkan departemen sosial yang menurutnya sarang koruptor, meskipun secara jumlah nilai uang, mereka-mereka ini masuk kedalam kelas teri jengki, tidak seperti david nusa wijaya atau pembobol bank bni yang masuk kelas ikan hiu.
Beliau juga sukses mendirikan negara ketoprak humor, nah mungkin kalau saya dan ayudhaning cah semarang ngegangoleki suryo diprojo mangkudilogo putro kusumo tahu tempe gak kebagian keris itu maju, bakalan meneruskan perjuangan bapak ketoprak humor Indonesia itu, dan akan bersaing dengan republic mimpi yang sudah pamor duluan beserta tukul julung-julung yang sekarang ini menduduki posisi teratas . Biarlah ancur-ancuran toh menurut Boni Hargens-penulis buku demokrasi radikal dalam suatu seminar mengatakan bahwa pergerakan mahasiswa sekarang kehilangan pegangan, ya mungkin pegangan kita saat ini ya itu, humor riang gembira …
mau maju kek mau kagak kek terserah yang penting proses demokratisasi yang sehat dapat berjalan…











